Header Ads

Wahidin Halim, Birokrat Berpengalaman dan Pintar Memasak


Kabar16, Jakarta - Lahir pada 14 Agustus 1954 di Pinang, Tangerang, Wahidin Halim selama 38 tahun sudah terbiasa menjalani karier sebagai birokrat. 

Wahidin yang biasa disapa WH ini pernah menjadi kepala Desa Pinang begitu ia lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 1978.

Waktu itu Wahidin masih bujangan, menjadi kepada Desa Pinang muda dan sarjana mengantarkan dirinya berlanjut berkarier di pemerintahan. 

Pada tahun 1979, dia kemudian menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Titik balik itu kemudian mengantarkan Wahidin menjadi seorang yang mengabdi di tengah masyarakat dari mulai Lurah Pinang pada 1981, Camat Tigaraksa tahun 1993.

Setelahnya menjadi Camat Ciputat tahun 1995, Kepala Dinas Kebersihan Kota, sampai Wali Kota Tangerang selama 2 periode berturut-turut dari tahun 2003 sampai 2013.

"Saya wali kota 10 tahun di Tangerang. Membangun berbagai kebutuhan masyarakat, membebaskan 2 juta orang kesehatan gratis tanpa asuransi dan hanya pakai KTP," kata Wahidin saat mengenang masa menjadi wali kota dalam satu momen Pilkada di Kota Serang, Banten.

Baca : Bawaslu Banten Terima 43 Pengaduan Dugaan Pelanggaran Masa Kampanye

Wahidin pernah bercerita, dia lahir bersama 9 saudara yang ke semuanya sukses berkarier. Meskipun hidup susah, karena yakin pertolongan Allah dan terus berjuang, semua keluarganya berhasil. 

Sebut saja misalkan mantan Menteri Luar Negeri di Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu Hassan Wirajuda, ada yang menjadi polisi.

Salah satu yang diyakini Wahidin sebagai kunci sukses adalah soal kebiasaan yang ditanam semenjak ia kecil. Keluarganya pernah berpesan agar juga membiasakan membaca salawat untuk dilancarkan dalam berbagai perkara. 

Selain kesederhanaan dalam hidup, ibadah menurut Wahidin juga penting. Ibadahnya bukan hanya salat, bekerja dan bertani menurutnya juga ibadah. Bahkan, mengabdi ke mayarakat dan tidak mengambil uang rakyat pun, menurut Wahidin adalah ibadah.

"Jangan lupa ibadah kepada Allah. Jadi gubernur kalau tidak ambil duit rakyat ibadah. Petani ibadah, kalau niat baik dan ikhlas jadi ibadah," ujar Wahidin.

Soal kebiasaan bershalawat, Wahidin dan keluarga masih membiasakan bahkan sampai sekarang. Setiap malam Jumat, rumahnya di Pinang selalu diadakan pengajian. Salawat rutin yang biasa ia baca isinya doa agar dipermudah dalam segala urusan.

"Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashir," begitu kira-kira shalawat yang biasa dibaca oleh Wahidin. 

Bacaan ini, pernah ia sampaikan di depan ibu-ibu di Kota Serang, Banten di saat momen kampanye.

Karena didikan orang tua yang sederhana, Wahidin Halim kecil rupanya juga pernah berjualan. 

Tangannya mahir memasak karena ia pernah berjualan cabai dan terbiasa dengan bumbu masakan. Dan karena pintar memasak, konon setiap ada tamu khusus, Wahidin sendiri memasak hidangannya.

"Waktu kecil saya pernah dagang cabai, makanya saya bisa memasak sampai hari ini, karena orang tua saya mendidik dengan sederhana," kata Wahidin. (Detiknews)
Wahidin Halim, Birokrat Berpengalaman dan Pintar Memasak Wahidin Halim, Birokrat Berpengalaman dan Pintar Memasak Reviewed by Syamsul Alam on Jumat, November 18, 2016 Rating: 5

Feat