Header Ads

Inilah Pengakuan Guru Pembuat Soal Sertakan Nama Ahok dan Partai Kafir



Kabar16.com, PURBALINGGA- Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga menyesalkan terbitnya soal ujian akhir semester menyinggung calon gubernur DKI Jakarta.
Pertanyaan yang dimaksud tercantum dalam soal ujian akhir semester untuk mata pelajaran Tarikh di SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purbalingga, Sukamto, mengatakan pihaknya telah memanggil guru pembuat soal dan memberikan teguran keras.
"Dia sudah membuat surat pernyataan bermaterai, berisi permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulang lagi. Surat itu sudah ditembuskan ke wilayah dan pusat," kata Sukamto saat dikonfirmasi pada Jumat (9/12/2016).

Sukamto menegaskan jika kejadian serupa terulang, guru berstatus tetap yayasan tersebut harus siap dikeluarkan.
Menurut Sukamto, soal nomor 48 tersebut tidak sesuai dengan materi kurikulum mata pelajaran Tarikh yang seharusnya membahas tentang sejarah Islam. Materi di soal tersebut tak masuk ranah pendidikan.
"Saya juga tidak mengerti motivasi guru membuat soal itu. Apa karena terbawa emosi saya juga tidak tahu," Sukamto menambahkan.
Sukamto mengatakan, setiap akhir semester gasal masing-masing sekolah melalui guru mata pelajaran memang diberi kewenangan menyusun soal ujian untuk siswa mereka.
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purbalingga ikut menentukan soal pada saat penilaian akhir untuk kenaikan kelas.

Setelah kejadian ini, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purbalinggaakan mengadakan rapat evaluasi dan mengumpulkan seluruh guru sekolah Muhammadiyah agar peristiwa serupa tak terulang.
"Akan kami sampaikan, bahwa yang demikian tidak benar karena tidak sesuai dengan kurikulum. Jadi semua soal harus sesuai dengan kurikulum," kata dia.
Dalam surat pernyataannya guru pembuat soal menyatakan permohonan maaf kepada semua pihak atas kekhilafannya membuat soal.
Ia mengaku membuat soal tersebut karena dikejar deadline dengan kondisi kelelahan dan kurang fokus. Soal yang sudah dibuat sebelumnya hilang karena tersimpan di komputer sekolah yang rusak.
Dia juga mengakui yang sudah dia lakukan tidak sesuai dengan buku ajar, serta tidak ada niat untuk menimbulkan perbedaan pendapat seperti sekarang.
Kontroversi Soal
Soal yang dikecam keras PDMPurbalingga adalah menyeret nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, calon gubernur DKI Jakarta, tersangka pelecehan Alquran dan partai kafir.
Nama Ahok muncul dalam jawaban di soal pilihan ganda nomor 48 Penilaian Akhir Semester Gasal Ciri Khusus Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah tahun 2016/2017 pada mata pelajaran Tarikh, awal Desember 2016.
Pada soal nomor 48 tersebut berbunyi,"Siapakah nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Al-Quran saat ini?" Tersedia pilihan: A. Paijo, B. Ahik, C. Ken Ahok, D. Basuki Candra (Ahok).
Ujian mata pelajaran Tarikh itu diperuntukkan untuk kelas IX pada Jumat, 2 Desember 2016. Ada 50 soal pilihan ganda dan lima soal dengan jawaban terbuka.
Selain soal nomor 48, terdapat soal lain yang kontroversial pada lembar soal itu, yakni soal nomor 50 yang berbunyi:
"Partai politik yang tidak mengenal Islam bahkan memusuhinya adalah: A. PPP, B. PAN, C. SI, dan D. PKI Kafir."[Kabar16\TN]

Inilah Pengakuan Guru Pembuat Soal Sertakan Nama Ahok dan Partai Kafir Inilah Pengakuan Guru Pembuat Soal Sertakan Nama Ahok dan Partai Kafir Reviewed by Syamsul Alam on Jumat, Desember 09, 2016 Rating: 5

Feat